Di awal pembahasan, RM. Ashraff Sigid menyinggung sedikit tentang perbedaan Keris Sepuh dan Keris Kamardikan. Beliau juga akan menjelaskan, mengapa ada keris Kamardikan yang dari segi Nominal jauh melebihi Keris Sepuh. Seperti yang sering RM. Ashraff Sigid singgung sebelumnya, bahwa tujuan terciptanya keris kamardikan adalah sebagai penyambung Kebudayaan dengan generasi jaman sekarang atau generasi – generasi selanjutnya.

Dalam Segi Estetika, Keindagan dan Keistimewaan Eksoteri “Fisik” Keris kamardikan dibuat sangat menonjol jika di bandingkan dengan Keris Sepuh. Hal ini tidak lain dan tidak bukan, dimaksudkan untuk menarik minat generasi milenial untuk lebih mencintai Warisan budaya Nusantara, terkhusus Pusaka Keris.

Iya, Keris Kamardikan memang cenderng memperhatikan segi keindahan estetika Eksoteri, namun bukan berarti sama sekali tidak ada keris kamardikan yang dibuat dengan sempurna seperti layaknya keris sepuh pada jaman dahulu. Sempurna dalam artian proses pembuatannya, yang mengikuti pakem – pakem Empu terdahulu dalam membuat Pusaka Keris. Oleh karena itu tidak heran, jika Anda menemukan Keris Kamardikan dengan Nominal yang sangat Luar Biasa.

Keris Liman Lar Monga, Keris Kamardikan Istimewa

Liman Lar mongaNah, dalam kesempatan kali ini, RM. Ashraff Sigid menunjukan sebuah Keris kamardikan yang dalam proses pembuatannya, di babar oleh Empu dengan menggunakan metode atau pakem yang sama seperti Empu di jaman dahulu yakni keris berdhapur Liman Lar Monga. Sekilas Keris Liman Lar Monga ini memang tampak istimewa. Tak Sampai disitu Saja RM. Ashraff Sigid juga menjelaskan filosofi yang tersimpan dalam daphur Keris Liman Lar Monga ini.

Filosofi Liman Lar Monga

  • Liman

Liman dari bahasa sansekerta memiliki arti “Gajah”. Dewa Ganesa yang berwujud Gajah di percaya adalah cikal bakal pemberian Nama Dapur Liman oleh Empu terdahulu. Dewa Ganesa memang terkenal memiliki Wawasan yang luas serta tingkat kecerdasan yang sangat luar biasa. Bisa dikatakan bahwa Dewa Ganesa merupakan Dewa Kecerdasan. Nah, harapan yang dilekatkan oleh sang empu dalam Keris Berdapur liman ini adalah diharapkan pemilik pusaka ini adalah seorang pemimimpin yang mampu membimbing para bawahannya, Pemimpin yang di segani karena kecerdasan dan kewibawaannya.

  • Lar

Lar dalam Bahasa Jawa berarti “Sayap/Kepakkan Sayap”. Harapan yang ingin di sampaikan seorang empu dengan Kata Lar ini adalah Seorang oemimpin harus bisa mengepakan sayap atau mengembangkan bisnisnya secara luas. Seorang Pemimpin diharapkan mampu mengembangkan usaha/bisnisnya, mamou mengembangkan dan wawasannya serta mampu menemukan inovasi dan trobosan – trobusan baru guna kemajuan usahanya.

Pamor Keleng yang Terdapat Pada Keris Liman Lar Mongab RM. Ashraff Sigid

keris Liman Lar MongaPamor Keleng seperti yang kita ketahui bersama. Bahwa sudah sejak jaman dahulu Leluhur Jawa sangat mempercayai tuah dari Pamor Keleng adalah perlindungan. Khodam/Kekuatan/Energi dalam pamor keleng sangatlah kuat dan cenderung melindungi sang pemilik.

RM. Ashraff Sigid sangat setuju dengan hal ini. Namun Beliau memiliki pendapatnya sendiri. Perlindungan yang dapat dirasakan dari sebuah pusaka yang memiliki pamor keleng juga merupakan wujud timbal balik antara dua makhluk Allah SWT. Jika Pemilik Pusaka memberi makan, merawat, menyimpan dengan baik, menyapa dengan sopan dan juga mengasah keterikatan batinya dengan pusaka, seperti layaknya teman. Maka, Pemilik juga akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah dilakukannya kepada keris pusaka yang memiliki Pamor Keleng ini.


Artikel Menarik Lainnya:


 

 4,418 total views,  1 views today